Monday, June 25, 2007

Ijinkan Aku Menguntaian Permintaan Maaf Dari Kedalaman Sanubari



Untaian kata ini mengalir
Dari kedalaman sanubari
Dari ketulusan nurani
Demi getar - getar keindahan persahabatan

Jiwa ini adalah ladang tandus
Yang masih memiliki kekotoran hasrat nafsu duniawi
Terkadang melupakan getar - getar kesabaran
Demi menggelar amarah dan ke egoisan

Padahal ruang ini ruang terindah
Tempat mengoreskan untaian kata yang tersirat di jantung langit
Tempat berbagi dalam keluh kesah dan keterpurukan
Tempat bersinggah kala kita remuk redam dan membutuhkan sebidang bahu untuk bersandar

Hamba sadar
Hamba hanyalah sekedar untaian debu
Masih memiliki jiwa sekotor binatang
Kadang melupakan kesabaran dan memuncakkan keamarahan

Tak ada gading yang tak retak
Tak ada kesempurnaan yang mengabadi
Namun marilah kita sejenak merenungi
Mengambil hikmah dalam setiap pengalaman demi pendewasaan diri.
-.-
Berita Terkait

Kesederhanaan Cintaku


Cinta ku padamu hanyalah aliran air di danau yang tenang
Bukan deburan ombak menerjang karang
Atau pula gelungan badai yang memecah bebatuan

Cinta ku padamu hanyalah seutas benang biasa
Bukan terbuat dari sutra
Atau pula kumpulan benang emas yang menyilau terkena pendar cahaya

Cinta ku padamu hanyalah sebuah getar yg kadang menghadir
Bukan gejolak emosi yang memerah dalam kemarahan yang memuncak
Atau pula kelembutan yang mengghanyutkan kala ada senadir keinginan

Cinta ku padamu adalah remang petang
Bukan kehangatan sinar mentari pagi
Atau pula keindahan pendar rembulan di malam hari

Aku tak pernah menuntutmu memberikan seluruh raga mu
Aku tak pernah memaksamu menyerahkan seluruh nurani mu

Cintaku padamu adalah sebuah kesederhaan rasa
Yang hadirnya menggema dalam setiap saling memandang
Walau pun aku telah lama menyadari
Diriku hanyalah sekedar persinggahan sementara tempat kau datang dan pergi

Saturday, June 23, 2007

Semburat Pelangi Di Bening Indah Bola Matamu

Sejauh pandang aku melihat mu
Termenung dalam kesendirian

Mendekam dalam kesunyian

Mencoba mencari kisi - kisi tempat berlabuh


Aku menatapmu

Kala untaian butiran - butiran airmata turun menderas

Menyentuh titian keharuan

Untuk sekedar uluran tatapan dan perbincangan


Lalu pun menghampirimu .......
Ku ulurkan selembar kain untuk sekedar tempat menepiskan tangis

Kau pun terdiam

Menghapus untaian telaga bening di kelopak matamu


Kau pun bercerita
Tentang kepahitan dan kenestapaan
Tentang bayang - bayang kesedihan

Tentang Asa dan impian yang teramat jauh dari kenyataan

Aku terdiam
Menyimak kisahmu

Memaknai setiap bulir kata yang terucap


Namun memang itulah hidup
Keindahan dan kebahagiaan mungkin kita dapati

Kepahitan dan kesedihan mungkin terhampiri

Dan akan membuat kita menapak dalam pendewasaan pikiran


Akhirnya kau pun tersenyum ....

Senyum seindah lembayang senja yang terhias di rarakan mega di setiap penghujung hari

Entah oleh karena untaian kata ku

Atau oleh uluran tulus persahabatan dalam keterpurukan dan kesedihan mu


Kita pun berpisah

Kau melambaikan tangan

Dan kala terakhir kali kita saling berpandangan

Aku melihat Semburat Pelangi Di Bening Indah Bola Matamu
-.-

Wednesday, June 20, 2007

Ada Sebentuk Kerinduan Di Tengah Hujan Yang Turun Menderas

Hari ini
Hujan turun menderas
Petir menggelegar
Dan butiran nya pun jatuh hingga tepian rumah ku

Di tengah hujan ini masih saja terbesit
Akan sebuah rasa yang selalu saja mendekamku dalam setiap puncak ketinggian malam
Dalam setiap jejak langkah ku
Pada seraut wajah dan tingkah polahmu

Oh rasa
Kau hujamkan aku pada sebuah nilai kerinduan
Rindu yang menikam nikam
Dan meninggalkan saputan awan mendung di rautan wajahku

Oh Tuhan
Berilah aku ketabahan
Dalam menghadapi
Kehampaan pada sebuah jalan yang penuh semak berbatu ini

Maka biarkan ku titip kan salam lewat awan
Yang akan menyampaikan kerinduanku padamu bersama tetesan hujan yang turun menderas
-.-

Tuesday, June 19, 2007

Cinta Dalam Sebuah Potongan Puzzle

Cinta ini terkotak - kotak
Kadang lurus kadang kadang memanjang
Penuh liku
Intrik - intrik persaingan

Cinta ku adalah sebuah potongan
Pencarian melelahkan
Demi menutup hasrat
Mencari tempat berteduh kala tetesan hujan datang menderas

Cinta mu adalah sebuah pencarian dari kenangan masa silam
Akan sebuah sosok pujaan
Mencoba mencari berbagai persamaan
Walaupun tahu manusia kembar pun mempunyai perbedaan

Rasa penasaran mu memuncak
Mencari sebuah tokoh khayalan
Padahal itu hanyalah sebuah fatamorgana
Sebuah potongan puzzle untuk pelengkap kesempurnaanmu

Kau tetap mencari nya
Aku tetap menunggumu
Kau putus asa tak menemukan nya
Aku telah terdekam dalam kesepian yang menikam nikam

Monday, June 18, 2007

Harum Semerbak Mewangi Di Kebun Bunga Setaman Hati

Tempat itu sangat indah
Semerdu burung - burung yang saling berdendang
Kawanan kumbang datang menghinggap terlenakan
Mendamba serbuk dalam setiap helaian kuncup bunga

Sekuntum bunga mengandung sekumpulan mana
Akan sebuah semanis kasih sayang
Ataupun sekelam pengkhianatan
Dan mengiringi dalam setiap jejak langkah hidupmu

Bunga mawar melambangan kasih sayang
Bunga melati melambangkan kesucian
Bunga akasia melambangkan cinta yang terpendam
Bunga aster melambangkan kehalusan
Bunga dahlia melambangan pengkhianatan
Bunga tulip melambangkan kesetiaan
Bunga anggrek melambangkan kecantikan
Bunga lily melambangan keromantisan

Kumpulan bunga tersebut tumbuh merekah
Menyejukkan hati yang memandang
Menaburkan kekaguman bagi yang mencinta keindahan

Kumpulan bunga mempesona setiap umat manusia
Keharumannyapun menjulang tinggi hingga ujung nirwana
Dan akan selalu tersimpan di sisi sanubari
Bagi mereka yang menyukai arti pecinta seni sejati
-.-

Sunday, June 17, 2007

Ijinkan Aku Merangkum makna Dalam Helaian Baitan Puisi


Baitan kata ku bukanlah sebuah oase di padang pasir
Baitan kata ku bukanlah guratan seindah kata pujangga
Hanya sebatas untaian kata biasa
Yang menghadir dalam setiap belain makna

Aku hanyalah manusia biasa
Dengan sekeping jiwa yang masih kotor ini mengadu
Ingin menghiba jasad temaram pesona
Demi helaian kata dalam goresan puisi

Baitan kata ku bukanlah sebuah oase di padang pasir
Baitan kata ku bukanlah guratan seindah kata pujangga
Aku hanya mencoba menghadir
Bagi jiwa jiwa yang kadang melupakan daun jendela yang lupa terkunci

Biarkan aku terbunuh sepi
Biarkan aku tertikam sunyi
Asalkan untaian puisi ini akan tetap mengabadi
Dan memberikan setetes cahaya penerang bagi jiwa - jiwa yang mungkin masih memerlukan uluran kemurnian persahabatan

Maka biarkan kita saling berbagi
Merasakan bersama kepahitan dalam kekecewaaan, pengkhiatan, ataupun derai tangis kesepian
Merasakan bersama keindahan dalam cinta yg terbalas, tercapai impian ataupun kehangatan persahabatan
Merasakan bersama puncak kerinduan yang kadang memuncak dalam setiap ketinggian malam

Aku sadar ......
Untaian kata dari ku hanyalah baitan kata sederhana
Belum bisa menjabarkan tentang semua keinginan dan rasa yg terdekam darimu

Namun .......
Biarkan kita tetap bersama menjalani
Saling memapah dan berbagi rasa dalam setiap letih dan keterpurukan ini.
-.-

Saturday, June 16, 2007

Cinta Yang Berawal Dari Sekedar Pandangan Mata

Rasa ini adalah getaran
Yang menghadir dalam setiap beradu pandang
Merambat naik
Hingga menikam sanubari

Mungkin awalnya hanya sekedar sapa
Mungkin awalnya hanya sebatas tanya
Mungkin awalnya hanya sekedar bicara
Hingga akhirnya kita saling menilam sukma asmara

Mungkin diriku bukan manusia sesempurna impian mu
Mungkin diriku hanyalah sekedar untaian debu
Namun aku akan tetap menghiburmu
Dalam setiap penat letih dan keterpurukan mu

Rautan wajahmu adalah kerinduanku
Rindu yang mendekam dalam setiap detak jantung napasku
Dan cinta kita semoga akan tetap bersemi
Hingga sang maut datang menghampiri

Meski telah lama ku tahu
Cinta abadi mu bukan tertuju untukku
-.-

Friday, June 15, 2007

Sebuah Surga Dunia Bernama Senja

Remang petang datang menghadir
Cahaya nya merebah menyentuh mesra ujung ujung pohon cemara
Hembusan semilir angin datang menentramkan
Mengiringi langkah - langkah burung camar menuju rumah peristirahatan

Rarakan mega berbaur dengan ribuan warna
Berpadu dengan keelokkan sebuah titian pelangi
Dan ketika pendar matamu tertuju padanya
Kau pun akan terpikat oleh buaian nya

Grasiran warna mempesona
Kala sang mentari menyepuh langit menjadi magenta
Keindahan nya pun memuncak
Ketika sepotong matahari terbenam di ujung samudera

Aku pun terkesima
Mengagumi setiap siluet senja
Yang merupakan sebuah maha karya maha sempurna
Dari Tuhan sang pencipta jagat raya

-.-

Monday, June 11, 2007

Terdekam Hampa

Aku ingin menjadi guntur
Agar kau tahu gejolak ku
Aku ingin menjadi gempa
Agar kau mengetahui gemuruhku

Aku adalah rumput ilalang
Yang tumbuh tak beraturan di padang tandus
Mengharap sepercik bening tetesan hujan
Untuk memberangus kekeringan dan kedahagaan ku

Jalan ku tertatih
Meniti cahaya yang mulai meredup
Mengharap ada sebuah tempat untuk bersandar
Dalam setiap ruang kehampaan ku

Aku bukanlah pekatan malam
Aku juga bukanlah maha bintang gemintang
Aku hanyalah manusia biasa
Yang membutuhkan sapa mu dalam setiap kerapuhan yang menikam-nikam

Lalu aku melukis di jantung langit
Menggoreskan kegundahan dan kehampaan ku
Menabur benih
Untuk sekedar mengharap seutas senyummu menghadir

Namun..........
Selalu saja ada yang curiga
Selalu saja ada pandangan sinis mengiris sayatan nurani

Kini ku pun terpuruk
Terdekam hampa dalam kesunyian dan kesendirian
-.-

Sunday, June 10, 2007

Puisi Terbaik 2007 dari www.duniasastra.com

CintaNya Chaya Yang Menerangi



http://www.duniasastra.com

Hati yang tercerahkan oleh cahaya Cinta, lebih
berharga daripada semua kilau permata di dunia.

Tak ada penyembuh yang lebih baik daripada kehadiran
orang yang dikasihi bila seorang pecinta sakit . Dan
Tak seorang pun dapat mempercayai suatu perlindungan,
betapa pun besarnya, kecuali perlindungan yang
diberikan oleh Cinta.

Semua ‘kekuatan ajaib” -ada dan tercipta karena
dorongan Cinta.
Betapa seorang induk ayam akan bertarung mati-matian
dengan musang demi mempertahankan kelangsungan hidup
anaknya.
Betapa ruang waktupun takluk dalam genggaman cinta,
pernahkah kau rasakan ketika kekasih berada disisi?.
Satu hari berpisah dalam Cinta sama dengan seribu
tahun, dan seribu tahun bersama Kekasih terasa hanya
sehari. Perjalanan ribuan kaki terasa hanya beberapa
kaki, dan beberapa kaki terasa ribuan kaki tanpa
kehadiran-Nya..

Dalam kesadaran Cinta. bentuk Cinta yang paling hakiki
adalah Cinta kepada-Nya sebagai bentuk total
penyerahan diri terhadap Sang Penggenggam Hidup,
sedang cinta pada insan dan alam semesta menciptakan
keadaan surgawi- apabila berlandaskan Cinta ; menjadi
kabut duniawi bila menjelma hasrat nafsu.

Aku tak pernah tahu seberapa kerasnya hati ini, apakah
sekeras baja?….bila ya,maka aku akan mengharap api
cinta melelehkannya hingga ku dapat membentuk dan
menjadikannya kembali dingin. Bila hatiku selembut
lilin yang mudah meleleh ketika tersentuh api maka
kuyakin dengan sumbu yang ideal,maka kudapat
mempertahankan nyalanya hingga habis terbakar……Ataukah
hatiku seperti kertas? Menyala dengan cepat lalu
menjadi asap sekejap.

Dalam keheningan ini, kuingin kau tahu bahwa Cinta-Nya
pada kita laksana bara api yang saling terkait , yang
terangnya adalah cahaya atas cahaya. Bila api cinta
ini menyala, maka Sang Terkasih akan menerangi jalan
dan kegelapanpun lenyap.
Mungkinkah kita dapat mempertahankan api cinta kita,
untuk tetap menyatu dalam cahaya keterpisahan-Nya?….

Kala jiwa terbangun dalam keterjagaan malam, Pernahkah
jiwa bertanya : “Mengapa tiba-tiba hati ini selembut
kapas?!”,….”Sihir macam apakah yang melemahkan
kemudaan dari bahu dan mematahkannya hingga hancur
berkeping-keping?!”…

Tolaklah kenyataan ini, maka retaklah cermin itu,
bukankah merupakan kesia-siaan belaka, seumpama wajah
rupawan berkaca pada cermin yang retak ?. Dan Bagiku
jiwa yg resah…. dapatkah jiwa memandang diri sebelum
memandang orang lain?!…..dan dapatkah kau bangkit dari
kematianmu sebelum kau menuju pada kematian yang
sesungguhnya?!”…...

Rahasia setiap pencapaian dalam setiap agama dan
mistisme adalah Cinta. Konon tanpa Cinta sang pencari
akan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam jalur
ini, dan akan selalu gagal untuk memusatkan pikiran
mereka pada satu kesadaran.

Laksana “mata ketiga”, pesan telepati yg disampaikan
kepada kekasih menghadirkan bunga-bunga Imajinasi,
pikiran, mimpi dan visi seorang pecinta, semuanya
mengungkapkan segala sesuatu tentang Dia yang
dicintainya.

Tetapi cinta memaksa pecinta, menahan visi tentang
kekasihnya di depan pandangan-Nya yang tertutup oleh
pandangannya. Cintanya sendiri adalah Cermin pemantul
bagi bayang yg bercerita tentang diri, ,orang lain
serta lingkungan yang dikasihinya.

Dan aku menyadari tiada daya yang lebih besar daripada
Cinta. Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di
dalam hati.
Andai mereka tahu bahwa rahasia semua itu berada di
dalam Cinta!

Hartono Beny Hidayat

Dalam tangisku ini, Ya Allah, anugerahilah jiwa
hambamu ini dengan hangatnya CintaMu,
dan mencintai mereka yang mencintaiMu,
dan mencintai apapun yang mendekatkan aku padaMu,
dan jadikan cintaMu lebih berharga bagiku daripada air
segar bagi dahaga.

nb : info ini di dapat lewat emailku : sebaitmakna@gmail.com yang mengikuti milist penyair.

Seuntai Patahan Kata Penulis

Apa kabar nya wahai semua mahluk yang menyukai untaian kata, baitan puisi, linangan satra, ataupun kemurnian dari bahasa jiwa ? Semoga semua nya baik - baik saja dalam lindungan Sang Penguasa Maya Pada. Dan mungkin pada kesempatan yang sesederhana ini penulis masih ingin mengucapkan untaian ribuan terima kasih yang berasal dari kemurnian sanubari penulis atas segala kunjungan, request, kritik dan saran dari para pembaca kepada blogger penulis yang masih teramat sederhana ini.
Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin menjawab sebuah pertanyaan yang banyak di tanyakan melalui email, sms, shuotbox, Yahoo Messenger penulis dari para pembaca. Dan pertanyaan nya adalah :
"DARI MANAKAH SUMBER INSPIRASI ANDA KETIKA MEMBUAT PUISI" ?
Dan dalam kesempatan yang sesederhana ini, penulis ingin menjawab bahwa sumber puisi yang penulis buat berasal dari : "sebagian dari pengalaman pribadi, sebagian dari imajinasi dan sebagian lagi dari perenungan dalam keheningan di setiap ketinggian malam".
Penulis juga menganggap bahwa puisi bukan hanya sekedar permainan kata tapi bahasa jiwa yang mengandung sebaitmakna nilai yang dalam setiap jalinan kata yang tergoreskan.
Namun penulis juga merasa dalam setiap karya yang di buatnya masih sederhana oleh karena itu penulis masih tetap belajar, belajar dan terus belajar untuk menjadi lebih baik lagi agar karya nya lebih baik lagi di kemudian hari.
Semoga seuntai patahan kata ini bisa menjawab linangan pertanyaan dari pembaca. Dan semoga juga kita masih tetap bisa menguntaikan jaring jaring persahabatan. Mungkin hingga nanti, sampai mata kita memejam abadi . ^_^

Kau Derita

Kau Derita
Aku Ucapkan Selamat Datang
Ke Dalam Karung Kehidupan Yang Kelam Ini,
Aku Benci Merasa Kehadiran Mu
Tetapi Aku Faham Aku Terpilih Untuk Menyambut Kedatangan Mu

Kau Derita
Aku Ucapkan Terima Kasih
Datang Mu Disini Amat Menganggu Siang Malam Ku
Aku Lemas Dengan Kehadiran Mu
Tetapi Aku Faham Tanpa Mu Aku Bukanlah Seorang Perjuang

Kau Derita
Aku Ucapkan Selamat Tinggal
Kehadiran Mu Tiada Terundang Tapi Pasti Kau Hadir Lagi
Aku Jenuh Dengan Kehadiran Mu
Tetapi Aku Faham Aku Tidak Perlu Melepaskan Saki Baki Sinar Itu Untuk Kau Musnahkan………

-.-

nb : Puisi ini karya Hayuna dari malaysia yang di kirimkan ke emailku. Atas kirimannya saya mengucapkan ribuan kata terima kasih dan semoga kita bisa menguntaikan jaring jaring persahabatan ^_^



Friday, June 1, 2007

Hikayat Cinta Kita Yang Mengalir Lewat Titian Dunia Maya

Kita pernah mengukir sebuah tirai malam
Lewat sentuhan jari jari pada papan keyboard
Di selingi cahaya monitor yang berpendar pendar

Lalu kita saling berbagi dan berkeluh kesah
Tentang kepahitan kisah duka
Tentang kemanisan kisah bahagia
Meramu nya lewat kerlipan mata dan seutas senyum yang kadang tercipta

Rasa yang tumbuh
Bersemi merekah mewangi
Mengantar jiwa kita
Pada tatanan aliran serpihan - serpihan asmara

Dunia kita mungkin bukan dunia yang benar - benar nyata
Namun kisah cinta kita seindah kisah rama shinta
Kisah kita juga seagung epilog Mahabrata
Meski hanya sekedar di dunia maya

Aku tahu
Aku telah menggenggam seseorang yang menebarkan keagungan rasa
Aku pun pahami
Kau pun mempunyai seseorang tempat kau berteduh dalam penat dan letih

Namun ......
Dunia maya ini telah menyatukan kita
Membuih lewat deburan ombak
Melayang lewat semilir angin
Dan kita menyatu di dalam dunia perselancaran kisah suci asmara

-.-
nb : Puisi ini pesanan Lovely-Lovely lewat YM. Maaf yah Mbak kalau kelamaaan aku bikinin request nya ^_^

Oxford In Rain ( Puisi Karya Quraysh Huss )

Dreaming spires
pierce the belly of the sky,
showering brilliance
on gray streets.
Sanctuaries sit in empty silence
amidst the ringing steps
of shoes on cobblestones.
Majesty seeps from wet bricks,
collects in quiet pools.
City buses roar their song,
splashing mud on names
carved in stone, etched in time,
locked away in the minds
of those who are no longer.
Bells echo faint memories
of Shelley, Byron, Keats
as humanity crawls by
holding umbrellas, coffee,
and shallow dreams.

-.-

Puisi ini karya Quraysh Huss dengan sumber nya http://www.poetry.com/


Template Designed by Douglas Bowman - Updated to New Blogger by: Blogger Team
Modified for 3-Column Layout by Hoctro